Oleh: smitdev | Juli 5, 2007

Kopi, rokok, dan monitor

Sungguh ironis, jika selama ini saya selalu gembar-gembor soal manfaat komputer. Justru kini semakin terasa dampak negatif komputer pada diri saya. Jika kawan-kawan lama saya dulu bilang :”…kawan satu ini beli rokok macam beli permen (maksudnya pas pengin ya beli, pas ngga ya libur). Pasti sekarang mereka akan bilang kalo saya beli rokok macam tengkulak ! Semakin parah memang, sejak kecanduan nongkrong di depan pc, skala merokok saya sudah berubah dari hitungan n batang / hari menjadi n pack / hari. Belum lagi kafein-kafein yang selalu menyertai. Pola tidur juga makin kacau, tidur larut malam, bahkan sering begadang sampai pagi. Tidur di bawah jam 12 malam sepertinya jarang. Biasanya saya baru berhenti saat kopi dan rokok sudah ludes (mau cari di mana jam segitu, hehe..).

Itu dari sisi kesehatan. Dari sisi lain, sudah berapa kawan yang terpaksa saya kecewakan. Dulu mereka rajin samperin, ngajak ngobrol, main, nongkrong, sekarang saya tolak ajakannya karena memang susah kalo pas lagi mood. Bahkan mantan bos dulu vonis kalo saya kena insomnia (soalnya suka telat berangkat kerja).

Dari semuanya, ada satu yang sempat membuat saya langsung ‘lemas’, ketika si mbak penjaga wartel depan berkata :”ooaalaah mas…, mbok ya sana nglamar-nglamar cari kerja ! Mosok siang-malam cuman main game ….!”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: